Anehnya Dunia - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari besar keagamaan Islam yang selalu ditunggu - tunggu kedatangannya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Fenomena unik di Indonesia ini terjadi menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi mudik lebaran bisa terjadi karena masih kuatnya ikatan kekerabatan di masyarakat nusantara.
Mudik Lebaran biasanya dilakukan oleh warga yang merantau dari kampung halamannya ke wilayah tertentu yang biasanya pergi ke kota untuk bekerja di wilayah tersebut. Fenomena unik apa saja yang terjadi pada saat tradisi mudik lebaran berlangsung? Berikut kami sajikan 5 fenomena unik mudik lebaran :
Mudik Lebaran biasanya dilakukan oleh warga yang merantau dari kampung halamannya ke wilayah tertentu yang biasanya pergi ke kota untuk bekerja di wilayah tersebut. Fenomena unik apa saja yang terjadi pada saat tradisi mudik lebaran berlangsung? Berikut kami sajikan 5 fenomena unik mudik lebaran :
1. Melibatkan Lebih dari 150 Juta Jiwa.
Penduduk Indonesia saat ini mencapai lebih kurang 250 Juta jiwa dan mayoritas 85 persennya adalh muslim. Prediksi pemerintah lebih kurang 150 Juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan tahunan mudik lebaran. Mengelola trafik perjalanan yang sedemikan besarnya tersebut bukanlah hal mudah. Oleh karenanya Pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun berusaha memperbaiki sarana dan prasarana transportasi.
2. Disemarakkan oleh Semua Agama di Indonesia.
Indonesia sebagai negara yang pluralis mengakui keberadaan 6 agama besar yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Keunikan yang terjadi pada saat mudik lebaran ini adalah umat dari agama non Muslim juga melaksanakannya. Hal itu bisa terjadi karena kesempatan libur resmi pemerintah yang diberikan pada saat Idul Fitri berlangsung cukup lama, sekitar 5 hari kerja. Kesempatan libur panjang inilah yang dimanfaatkan oleh kalangan non muslim untuk ikut meramaikan acara pulang ke kampung halamannya masing - masing. Selain untuk mengisi liburan, tentunya kesempaan tersebut juga untuk mengunjungi orang tua di kampung serta bersilaturahmi dengan segenap kerabat.
3. Rela Antre dan Begadang Berburu Tiket Mudik Lebaran
Terbatasnya kapasitas angkut transportasi reguler baik darat, laut maupun udara, memaksa orang yang mau mudik harus berburu tiket transportasinya jauh - jauh hari sebelumnya. Mereka rela antri berjam - jam hanya untuk selembar tiket pulang kampungnya. Fenomena unik tersebut bisa dilihat di stasiun kereta api. Antrean panjang dan mengular terjadi mulai 3 bulan atau 90 hari sebelum Lebaran tiba. Pembelian tiket secara online pun (pesawat udara, kereta api, kapal) juga memaksa pemburu tiket untuk begadang memelototi pergerakan penjuan tiket lewat HP atau Laptopnya. Rasanya kepuasan tersendiri ketika kita berhasil mendapatkan selembar tiket perjalanan untuk mudik lebaran.
4. Rela Bermacet Ria di Jalan
Pengguna mobil pribadi pun juga mengalami hal yang tak seperti biasanya. Keterbatasan sarana dan prasarana jalan yang ada tak mampu menampung jumlah mobil pribadi pemudik. Tak bisa dihindari lagi kemacetan panjang dapat dipastikan selalu terjadi ketika musim mudik tiba. Pengalaman dari tahun ke tahun yang selalu sama pasti mengalami kemacetan panjang tak menyurutkan niat para pemudik untuk tetap pulang ke kampung halamannya dengan mobil pribadinya. Sebagai ilustrasi yang terjadi di Jalan Tol Cikampek dan Cipali di Jawa Barat, jarak tempuh yang biasanya hanya ditempuh dengan waktu 1 jam, bisa menjadi 6 sampai 7 jam. Maka bisa dibayangkan berapa banyak energi yang terkuras ketika menempuh perjalanan tersebut.
5. Ajang Pamer Kesuksesan
Fenomena unik lainnya adalah tradisi mudik lebaran ini oleh sebagian orang juga dijadikan ajang pamer kesuksesan kerjanya di rantau. Tak pelak lagi bagi kalangan yang seperti itu, pulang ke kampung halaman meski harus menguras banyak uang tetap saja dilakukan. Membawa pulang oleh - oleh atau bingkisan bagi sanak keluarga di kampung adalah wajib hukumnya. Hal itu tentunya untuk menjaga kesan bahwa kepulangannya ke kampung halaman tidak dengan tangan hampa. Bagi masyarakat kelas menegah keatas hal itu tentunya tidak menjadi masalah. Yang menjadi keheranan kita adalah masyarakat dengan pendapatan rendah pun juga rela menghabiskan hasil kerjanya setahun untuk ritual mudik lebaran ini. Meskipun tujuannya baik yaitu untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung, namun apabila harus menghabiskan uangnya untuk membeli barang konsumtif yang menurut mereka bisa menaikkan status sosialnya, maka hal itu sangat disayangkan. Bagi keluarga di kampung, kehadiran dan kebersamaan mereka di hari yang fitri itu adalah lebih penting. Bukan pada apa yang dibawa atau dipakainya dari kota.
Itulah tadi 5 fenomena unik tradisi pulang kampung pada hari Lebaran. Menjaga tali silaturahmi melalui mudik saat lebaran memang harus terus dijaga dan dilestarikan . Namun demikian kita harus melaksanakannya dengan bijak dan ketulusan agar kebersamaan kita dengan kerabat dan handai taulan saat merayakan Lebaran di kampung halaman menjadikan berkah bagi kita di kemudian hari.
